PENGARUH PENDIRIAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN EMAS KOLONIAL BELANDA DI LEBONG TAHUN 1897-1930

Siti Rahmana(1),


(1) STIESNU Bengkulu
Corresponding Author

Abstract


Lebong was a region that included in the Regency of Bengkulu. In 1897 to 1930, Lebong be one of the areas in the Netherlands East Indies  the productive yield minerals in the form of gold. There are three privately-owned gold mining company Netherlands and two gold mining company owned by the Government of Netherlands East Indies. This research was carried out with the use of historical methods of heuristics, critique of sources, interpretations and historiography. The results obtained from the study shows that there is a significant change for the Lebong, both from the governmental system, city planning, as well as the composition of the society. These changes occurred after the establishment of the colonial Netherlands Gold Mining Corporation. The local government system is limited and got control of regulations enacted by the Government of Netherlands East Indies. In addition, the presence of a gold mining company Colonial Netherlands made of roads, thus facilitating mobility in the Lebong. Netherlands Indies Government built facilities such as offices, factories, residences, places of entertainment, and means of education to support sustainability of gold mining companies. On the other hand, the existence of the colonization program drawn from Java to the region to meet the needs of kuli of contracts for mining companies make Lebong bustling city as population and economic activity will be.

Keywords : significant, mobility, colonization

Keywords


Significant; Mobility;Colonization

References


DAFTAR PUSTAKA

A. Arsip

Bijblad van Nerderlandsch-Indie. No. 7667. 1912. Batavia : Landsdrukkerij.

Binnelandsch Bestuur. Aan den Directeur van Binnenlandsch Bestuur. No. 626. Bogor 21 Februari 1903.

Binnelandsch Bestuur. Aan den Directeur van Binnenlandsch Bestuur. Tanggal 20 Januari 1939.

De Graaf, S., dan D.G. Stibbe (ed). 1918. Encyclopaedie van Nederlandsch Indie Tweede Druk. Leiden : ‘S Gravenhage.

Direktorat Pengolahan Kedeputian Bidang Konservasi Arsip. 2011. Inventaris Arsip Dienst van Mijnwezen 1899-1959. Jakarta : Arsip Nasional Republik Indonesia.

. Guide Arsip Kekayaan Negara Bidang Pertambangan Masa Hindia Belanda. Jakarta : Arsip Nasional Republik Indonesia.

Gouvernement Besluit Tanggal 31 Desember 1873 No. 33.

Mijnwezen. Aan Chef van het Mijnwezen Te Weltevreden, Muara Aman 2 April 1909.

. 21 April 1909.

. 1 Maret 1911.

. Grondwerkplan voor de Gouvernements Goud en Zilvermijnen 1923.

. Grondwerkplan Tambang Sawah en Lebong Simpang 1923 en 1924.

. Telegraaf en Telefoon dienst in Nederlandsch Indie Tanggal 8 November 1918 dan 9 Januari 1919.

Paulus, J. 1917. Encyclopaedie van Nederlandsch Indie -Tweede Druk. Leiden : ‘S Gravenhage.

Proyek Inventaris dan Dokumentasi Kebudayaan Nasional Bidang Sejarah dan Antropologi. 1972. Bengkulu Dipandang dari Sudut Geografi Sejarah dan Kebudayaan. Jakarta : Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Proyek Inventaris dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 1982/1983. Sejarah Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Daerah Bengkulu. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 1984. Sejarah Sosial Daerah Kota Bengkulu. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradiosional.

Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. 1978/1979. Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Regeerings Almanak voor Nederlandsch Indie. Twedee Gedeelte halaman 254 255. 1926. Batavia : Landsdrukkerij.

Regeerings Almanak voor Nederlandsch Indie. Eerste Gedeelte halaman 159. 1938. Batavia : Landsdrukkerij.

Staatsblad van Nerderlandsch-Indie. No. 461. 1924. Batavia : Landsdrukkerij.

Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 280 Tanggal 31 Desember 1873.

Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 341 Tahun 1930.

Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 779 Tahun 1920.

Staatsblad van Nerderlandsch-Indie. Over het Jaar No. 115. 1892. Batavia : Landsdrukkerij.

Staatsblad van Nerderlandsch-Indie. Over het Jaar No. 48. 1891. Batavia : Landsdrukkerij.

Stibbe, D.G., dan Mr. Sandbergen (ed). 1935. Encyclopaedie van Nederlandsch Indie Tweede Druk. Leiden : ‘S Gravenhage.

Verslag Van Het Mijnwezen In Nederlandsch Indie Over Het Jaar 1910 dalam Jaarboek Van Het Mijnwezen.

Verslagen en Mededeelingen Betreffende Indische delfstoffen en Haren Toepassingen No. 4 Tahun 1918.

B. Buku

Abdillah, Aam. 2012. Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung : Pustaka Setia.

Abdullah, Taufik dan Abdurrachman Surjomihardjo. 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi : Arah dan Perspektif. Jakarta : PT. Gramedia.

Darmono, Djoko (ed). 2009. Mineral dan Energi Kekayaan Bangsa : Sejarah Pertambangan dan Energi Indonesia. Jakarta : Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Gottschalk, Louis. 1975. Mengerti Sejarah. Jakarta : Indonesia University.

Hardjono, Joan (ed). 1982. Transmigrasi : Dari Kolonisasi sampai Swakarsa. Jakarta : PT. Gramedia.

Kesuma, Indra Djaja, dkk. 2008. Benteng Marlborough 1714 : Kilas Balik Sejarah Asal Nama Bengkulu. Tanpa kota dan nama penerbit.

Manning, Patrick. 2005. Migration in World History. New York and London : Routledge Taylor and Francis Group.

Marsden, William. 2013. Sejarah Sumatera. Jakarta : Komunitas Bambu.

Notosusanto, Nugroho. 1987. Norma-norma Dasar Penelitian dan Penulisan Sejarah. Jakarta : Departemen Pertahanan dan Keamanan.

Ranni, M. Z. 1990. Perlawanan terhadap Penjajahan dan Perjuangan Menegakkan Kemerdekaan Indonesia di Bengkulu. Jakarta : Balai Pustaka.

Reid, Anthony. 2011. Menuju Sejarah Sumatera. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ricklefs, M. C. 2009. Sejarah Indonesia Modern (edisi terjemahan oleh tim penerjemah serambi). Jakarta : Serambi.

Sachari, Agus. 2007. Budaya Visual Indonesia. Erlangga : Jakarta.

Setiyanto, Agus. 2006. Orang-orang Besar Bengkulu : Riwayatmu Dulu. Yogyakarta : Ombak.

Siddiq, Abdullah.1996. Sejarah Bengkulu 1500-1900. Jakarta : Balai Pustaka.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES.

Sukandarrumidi. 1999. Bahan Galian Industri. Yogyakarta : Gajah Mada Press.

Utomo, Muhajir dan Rofiq Ahmad (ed). 1997. 90 Tahun Kolonisasi 45 Tahun Transmigrasi : Redistribusi Penduduk di Indonesia. Jakarta : Puspa Swara.

Wahyudi, Tatang. 1995. Bahan Galian Logam Emas. Jakarta : Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral.

Waluyo, Harry (ed). 1990. Pola Penguasaan, Pemilikan, dan Penggunaan Tanah secara Tradisional Daerah Bengkulu. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventaris dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya.

Winarno, Bondan. 1997. Bre-X : Sebungkah Emas di Kaki Pelangi. Jakarta : Inspirasi Indonesia.

C. Jurnal Ilmiah

Lindayati, “Menuju Tanah Harapan : Kolonisasi Orang Jawa di Bengkulu” dalam Humaniora. 3 Oktober 2006. Halaman 298.

D. Skripsi

Heles Yarmaini. 2009. “Perkembangan Perdagangan Etnis Cina di Bengkulu Pada Akhir Abad XVIII sampai awal abad XIX”. Skripsi Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Ratna Dewi Kartikasari. 2002. “Pertambangan Timah di Pulau Bangka Tahun 1812-1891”. Skripsi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada Yogyakarta.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 56 times
PDF Download : 166 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.