DISIPLIN POSITIF SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KARAKTER MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMA NEGERI 5 BENGKULU TENGAH

Syahroni Syahroni(1),


(1) SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah
Corresponding Author

Abstract


Abstract
Discipline is a sense of obedience and obedience to the values that are believed and it is their responsibility In other words, discipline is obeying the rules or subject to supervision and control. Meanwhile, discipline is an effort carried out to instill value or force the subject to obey a rule. The purpose of writing this Best Practice is to find out whether positive discipline can be used as a means of building student character towards child-friendly schools in SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah. The method used is a persuasive approach. Forming a Child Friendly School Team (SRA) consisting of elements from teachers, administrative staff and students. The team held a workshop for teachers and administrative staff on child-friendly schools in which there was positive discipline character development with resource persons from Supervisors and the Education Office of Central Bengkulu Regency. The positive discipline applied at SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah in the 2019 fiscal year was able to reduce the number of complaints of internal conflicts which indicated an increase in the character of teachers, students, administrative staff so that all school members felt comfortable in school and this also increased student academic achievement
Keyword :
positive dicipline, character education, school’s friendly

Abstrak
Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan. Tujuan penulisan Best Practice ini adalah untuk mengetahui apakah disiplin positif dapat digunakan sebagai sarana pembinaan karakter siswa menuju sekolah ramah anak di SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan persuasif. Membentuk Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) yang terdiri dari unsur guru, tenaga tata usaha dan siswa. Tim mengadakan workshop untuk guru dan tenaga tatausaha tentang sekolah ramah anak yang di dalamnya ada pembinaan karakter disiplin positif dengan nara sumber dari Pengawas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah. Disiplin positif yang diterapkan di SMA Negeri 5 Bengkulu Tengah di tahun anggaran 2019 mampu menurunkan jumlah aduan konflik internal yang mengindikasikan adanya peningkatan karakter pada guru, siswa, tenaga TU sehingga semua warga sekolah merasa nyaman berada di sekolah dan hal tersebut juga meningkatkan prestasi akademik siswa.
.
Kata Kunci:
disiplin positif; pendidikan karakter; Sekolah Ramah Anak

Keywords


disiplin positif; pendidikan karakter; Sekolah Ramah Anak

References


Hidayat, dkk. (2016). Disiplin Positif: Membentuk Karakter tanpa Hukuman. Makalah disajikan dalam The Progressive and Fun Education Seminar. Universitas Muhammadyah Surakarta. Surakarta, 3 Agustus2016.

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Pengembangan Kebijakan Kota Layak Anak.

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pengembangan Indikator Kota Layak Anak.

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak.

UNICEF. (2005). Manual child-friendly school. New York: UNICEF.

K. R. Yosada dan A. Kurniati (2019). Menciptakan Sekolah Ramah Anak. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 5 hal 145-154. Tersedia http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPDP/ DOI : 10.31932/jpdp.v5i2.480

Mulyani, Sumantri & Budimansyah. Penerapan Disiplin Positif Dalam Mewujudkan Pendidikan Anti Kekerasan Di Sekolah Ramah Anak. Jurnal Civicus Vol. 20 No. 1, Juni 2020, pp. 40-50. Tersedia : civicus.upi.edu

W. Wuryandani, Fathurohman, A.Senen, dan Haryani. (2018). Implementasi pemenuhan hak anak melalui sekolah ramah anak. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 15 No. 1 Tahun 2018 | 86-94

Zurgobban, Z. dan Dasim B. (2016). Pendidikan Damai sebagai Pembinaan Keadaban Kewarganegaraan di Bidang Sosial. Junal Program Studi PGMI, 3 (1)


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 0 times
PDF Download : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.